Gambar Proyeksi MBS

Perancangan Campuran Aspal


Tujuan Perancangan Campuran Aspal

Tujuan perancangan campuran beraspal panas adalah mendapatkan campuran antara agregat dan aspal yang setelah terpasang sebagai bagian perkerasan mempunyai kinerja yang memenuhi tuntutan beban lalu-lintas dan pengaruh lingkungan. Perancangan campuran menyangkut kegiatan di laboratorium yang dikembangkan untuk menentukan secara tepat proporsi bahan yang akan digunakan untuk campuran beraspal panas. Kegiatan tersebut mencakup penentuan proporsi fraksi-fraksi agregat yang menghasilkan agregat gabungan dengan gradasi yang memadai, serta pemilihan jenis dan kadar (proporsi) aspal yang sesuai dengan gradasi agregat yang dipilih. 

Campuran yang dirancang dengan seksama dapat diharapkan menjadi lapis campuran beraspal panas yang tahan terhadap beban lalu-lintas dan pengaruh lingkungan selama beberapa tahun. Perancangan campuran hanyalah merupakan langkah awal untuk menjamin bahwa lapis campuran beraspal panas mempunyai kinerja sesuai dengan yang dikehendaki. Bersama-sama dengan pelaksanaan di lapangan (penyiapan bahan serta produksi, penghamparan, dan pemadatan campuran) yang semestinya, perancangan campuran merupakan langkah penting dalam mendapatkan lapis campuran beraspal panas yang andal. 

Pada banyak kasus sering ditunjukkan bahwa kerusakan dini lapis campuran beraspal panas merupakan akibat rancangan campuran yang jelek, atau akibat tidak sesuainya campuran yang diproduksi dengan campuran menurut rancangan di laboratorium. Perancangan campuran yang benar menyangkut kepatuhan terhadap prosedur dan kriteria yang telah ditetapkan di laboratorium. Prosedur dan kriteria tersebut merupakan landasan perancangan yang telah dikembangkan berdasarkan penelitian dan pengalaman beberapa tahun dalam mengamati kinerja campuran beraspal panas. Agar perancangan berhasil dituntut untuk memahami teori dasar yang melatarbelakangi langkah-langkah perancangan serta dituntut untuk mengikuti instruksi yang ditetapkan. Selain itu, seseorang yang akan melakukan perancangan perlu terlebih dulu mengikuti pelatihan dalam mengaplikasikan prosedur yang ditetapkan serta dalam menfasirkan hasil pengujian.

Secara lebih spesifik dapat dikatakan bahwa tujuan akhir perancangan campuran adalah memilih proporsi atau kadar aspal unik yang menghasilkan lapis campuran beraspal panas dengan sifat-sifat atau kinerja yang seimbang. Kinerja akhir campuran beraspal panas sebagai lapis perkerasan terkait dengan keawetan (durability), kekedapan (impermeability), kekuatan(strength), stabilitas (stability), kekakuan (stiffness), kelenturan (flexibility), ketahanan Ielah (fatigue resistance), dan kemudahan dikerjakan (workability).

Prinsip Perancangan

  • Kadar aspal yang cukup, agar keawetan campuran beraspal panas terjamin. 
  • Stabilitas yang memadai, agar campuran beraspal panas mampu memikul beban kendaraan tanpa deformasi. 
  • Rongga udara yang cukup, agar akibat pemadatan oleh beban kendaraan, campuran beraspal panas tidak mengalami kegemukan (bleeding) dan kehilangan stabilitas (rongga. 
  • Rongga udara yang maksimum, agar campuran tidak mudah diresapi udara dan air. 
  • Mudah dikerjakan, agar campuran mudah dihampar tanpa segregasi dan mudah dipadatkan. 
  • Tekstur permukaan yang kasar (kesat) dan keras (apabila campuran beraspal panas digunakan sebagai lapis permukaan), agar campuran beraspal panas mempunyai kekesatan yang cukup, teruatama pada kondisi basah

untuk lebih jelas memahami tentang perancangan campuran aspal, silahkan simak video berikut ini:











Sumber Referensi : Ir. Nono, M.Eng.Sc Salim Mahmud, MPhil DR.Ir. Nyoman Suaryana, M.Sc Teknologi Campuran Beraspal Panas Gradasi Menerus, Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementrian PUPR, 2016.

Komentar