Gambar Proyeksi MBS

Struktur Bangunan

 Pendahuluan

Seni bangunan atau arsitektur adalah seni sejak adanya manusia dan disebut seniterikat,.ketikatannya ialah karena bangunan gedung dihuni atau dipakai untuk manusia dan bahan-bahan bangunan yang sifatnya dibatasi kemampuannya..Struktur bangunan adalah komponen penting dalam arsitektur. Tidak ada bedanya apakah bangunan dengan strukturnya hanya tempat untuk berlindung satu keluarga yang bersifat
sederhana, ataukah tempat berkumpul atau bekerja bagi orang banyak, seperti perkantoran, gedung ibadah, hotel, gedung bioskop, stasiun dan sebagainya.
Beban-beban yang dipikulnya, berat bahan dari elemen-elemen beserta berat strukturnya sendiri disalurkan oleh struktur atau kerangka bangunan ke kulit bumi. Kecuali beban-beban tersebut, struktur harus dapat memikul beban-beban lain akibat dari angin dan gempa bumi. Maka fungsi dari struktur ialah untuk melindungi suatu ruang tertentu terhadap iklim, bahaya-bahaya yang ditimbulkanalam dan menyalurkannya semua macam beban ke tanah. Penentuan struktur yang cukup kuat, tepat dan ekonomis menambah keindahan arsitektur. Horatio greenough dalam bukunya Form and fungsional , mengemukakan pendaapatnya mengenai hubungan erat antara bentuk, fungsi, dan alam. Ia menyatakan dalm mempelajari prinsip-prinsip kontruksi, hendaknya kita belajar dari alam. Apabila diperhatikan dalm dunia fauna, tidak ad bnentuk yang tidak berkembang, serta tidak ada hukum proporsi yang ditentukan oleh kemauan. Teori yang di kemukakan adalah Form follows fungsional berarti, bentuk mengikuti fungsi.



Prinsip ini membawa dua ketentuan, yaitu: 

a. Bentuk akan berubah bila fungsinya berubah. 
b. Fungsi baru tidak mungkin diikuti fungsi lama. 

Mies van der Rohe berkata, bahwa fungsi adalah seni. Ini berarti bahwa kesatuan yang seharusnya ada dalam arsitektur modern adalah seni dan teknik. Kesatuan ini mewujudkan bentuk yang disebut strukturform atau bentuk struktur. Dalam mngupas masalah bentuk struktur kita akan bertolak dari pemikiran yang sederhana atas dimensi-dimensi garis kepada dimensi-dimensi bidang, untuk akhirnya menuju kepada dimensi bentuk sturktur dari ruang. Dapat disimpulkan, bahwa stuktur bangunan sebagai penjelmaan ekspresi dari suatu system kontruksi yang memenuhi suatu fungsi dalam dengan tepat, akan memancarkan keindahan yang logis. Ruang yang tercakup dan terlindungi dengan suatu organisasi fungsional sesuai kebutuhan dilengklapi dengan fasilitas-fasilitas sepeti listrik, mesin pendingin air, saniter dan sebagainya. Kesemuanya memerlukan perawatan dan perbaikan selama umur bangunan. Arsitek-arsitek dikemudian hari, walupun mereka dapat mempercayakan perhitungan akhir suatu struktur kepada seorang spesialis, mereka sendiri pertama-tama harus dapat menemukannya dan memberikan proporsi yang benar. Dengan demikian suatu stuktur akan dilahirkan sehat, penting dan mungkin bangus. Sejak zaman dahulu, dimulai dari pembangunan pyramid, istana dan candi di Mesir, pembangunan zaman Yunani dan zaman Romawi, pembangunan abad Renaissance di Eropa hingga kini, seorang arsitek adalah unik. Sebagai perbedaan dapat dapat dikemukakan disini bahwa:
Dahulu struktur bangunan ditentukan secara empiris dan titik berat bangunan terletak pada seni. Arsitek–arsitek besar pada zaman Reneissance seperti Leonardo Da Vinci dan Michelangelo dapat pula merangkap sebagai pelukis, ahli musik, pemahat patung, sastrawan dan ahli bangunan gedung. Pada zaman sekarang, dimulai tahun 1900-an pengetahuan menjadi begitu luas dengan kemajuan dan perkembangan pesat mengenai teknologi dan industri, maka seorang arsitek tidak dapat bekerja sendiri. Arsitek menjadi perpaduan antara seni dan teknik. Maka seorang arsitek sebagai seniman harus bekerja sama dengan insinyur di bidang sipil bidang struktur sebagai teknikus untuk perencanaan gedung-gedung yang besar atau khusus. Disamping itu seorang arsitek perlu saran, kemudian menyerahkan perencanaan fasilitas bangunan kepada ahli-ahli lain seperti insinyur listrik, mesin, dan lain sebagainya. Walaupun demikian halnya, arsitek bertindak sebagai koordinator daripada ahli-ahli tersebut disamping sebagai kreator atau pencipta. Seorang arsitek harus juga sedikit atau banyak menguasai sosiologi, ekologi, ekonomi, perencanaan kota, strukutur, disamping seni bangunan dan esteikanya sebagai pegangan utama. Syarat mutlak suatu perencanaan bangunan ialah bilamana terpenuhi syarat tritunggal, yaitu: fungsional, structural dan esteti secara tepat, yang satu sama lainnya berhubungan erat.

Komentar